Senin, 31 Juli 2017

Lari Ceria di Pocari Sweat Bandung West Java Marathon 2017

.: Start line. Ada yang sibuk memutar smartwatch, ada yang sibuk foto :P :.

"Jadi kapan dong dirimu pakai jersey #DJPR pas race lari?"

Pertanyaan itu selalu saja terlontar saat saya selesai mengikuti ajang kompetisi lari tetapi selalu luput memakai jersey kebanggaan. Setelah mendapatkan jersey Indorunners singlet pertama kali, saya tidak pernah lagi memakai kaos race dari panitia. Setelah itu model kaos yang saya pakai selalu singlet. Suatu kali saya terpaksa harus memakai kaos race yang memang modelnya press body karena startnya pagi sekali dan saya harus sholat subuh dahulu. Tak mungkin kan saya sholat pakai singlet

Selasa, 25 Juli 2017

Milo Jitenk 2017: Seratus Ribu Dapat Susu

.: Start Line Milo Jakarta International 10K 2017. Foto oleh Pic2Go :.

Kalau diminta untuk menyebutkan, race lari apa yang paling ditunggu-tunggu pelaksanaannya di Jakarta, banyak pelari akan menyebut Milo Jakarta International 10K (Milo Jitenk) sebagai salah satu di antaranya. Acara yang mulai dihelat sejak 2004 silam ini menjadi semacam 'oase' bagi banyak orang yang suka lari untuk turut serta merasakan atmosfer pertandingan. Acaranya meriah, jalur larinya rapi, refreshmentnya mencukupi, foto-fotonya kualitas wahid, dan tidak dipungut biaya.  

Bagi banyak pelari, ajang ini juga menjadi semacam prestige. Panitia hanya memberikan medali kepada 2.000 penamat pertama saja. Dengan jumlah peserta yang terbilang superlatif untuk acara lari jarak 10 km yaitu 15.000 peserta, saya berasumsi bahwa inilah race lari yang sering membuat banyak pelari melakukan persiapan serius. Mereka berlatih dan berlari rutin untuk melemaskan kaki dan membiasakan diri untuk ketahanan tubuh agar pelaksanaan lari saat acara dapat berjalan lancar. 

Minggu, 25 Juni 2017

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah

.: Masjid Raya Banda Aceh :.

Seiring terbenamnya matahari Ramadhan dan terbitlah Syawal,
dengan segala kerendahan hati
saya, Adie Riyanto dan segenap admin blog adiedoes.blogspot.co.id
mengucapkan taqaballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum
Taqabal ya kariim 🙏

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah
Semoga amalan kita diterima oleh Allah SWT 
dan puasa kita dapat memberikan syafaat di hari kiamat.

Apa yang sudah baik, semoga semakin baik.
Apa yang belum baik, semoga dapat diperbaiki di kemudian hari.
Semoga Allah SWT selalu memberi niat dan kesempatan kepada kita
untuk senantiasa berlomba-lomba mendapatkan pahala
dan mengejar ridhoNya.

Aamin ya rabbal 'alamiin 🙏

Kamis, 22 Juni 2017

5 Opsi Menikmati Jakarta

.: Kota Metropolitan Jakarta :.

Jakarta masih punya banyak cerita. Tahun 2015, saya diminta oleh teman-teman workshop menulis untuk memilihkan destinasi di Jakarta yang masih jarang untuk dikunjungi. Saya pun merekomendasikan beberapa bangunan cagar budaya seperti Gedung Arsip, Gedung Candranaya, dan Toko Merah. Mungkin, orang sudah sering mendengar atau mengetahui ketiga bangunan tersebut. Namun, ternyata masih banyak yang belum punya kesempatan untuk menyambanginya. Tulisan berjudul Astana Mega Jakarta tersebut diganjar sebagai tulisan terbaik dalam lomba blog bertajuk “#TravelNBlog4: Jakarta 24 Jam“ yang diselenggarakan oleh @TravelNBlogID.

Dua tahun berselang, saya kembali tertantang untuk membuat daftar baru dalam memberikan opsi tempat atau aktivitas liburan yang tidak terlalu mainstream di ibukota. Dijejali oleh mal dan dipadati oleh gedung-gedung pencakar langit, Jakarta masih menyisakan ruang untuk disambangi dengan aktivitas seru yang pantang untuk dilewatkan. Menyambut hari jadinya yang ke-490 tahun, berikut ini beberapa opsi tempat yang bisa dikunjungi dan aktivitas yang dapat dilakukan di ibukota.

Rabu, 07 Juni 2017

Di Manakah Titik 0 Kota Bogor?

.: Perjalanan Mencari Titik 0 Kota Bogor :.

Sejak tahun 2011 silam, saya memulai 'ekspedisi' untuk menjejak titik 0 kota-kota yang ada di Indonesia. Beberapa di antaranya pernah saya tulis di sini. Sampai saat ini, jumlahnya tentu terus bertambah. Beberapa titik memang saya niatkan sebelumnya untuk saya datangi. Beberapa yang lain, tidak sengaja saya lewati dalam perjalanan, dan akhirnya saya jejak sekalian. Bahkan, yang tidak pernah saya sadari atau pikirkan sebelumnya, saat melawat ke negara tetangga pun, saya kok ya (refleks) punya keinginan untuk menjejak penanda titik 0-nya.

Namun, sampai saat ini, saya masih bingung dengan keberadaan titik 0 Kota Bogor. Tidak seperti penanda titik 0 di kota atau tempat lain, lokasi titik 0 Kota Bogor bisa dibilang agak 'misterius' dan lumayan susah untuk dijejak. Saat pertama kali mempunyai kesempatan untuk bisa masuk ke dalam Istana Bogor tahun 2012, saya mendengarkan informasi dengan saksama dari Pak Djunaedi, Kepala Protokoler Istana Bogor (saat itu), bahwa titik 0 Kota Bogor berada di salah satu ruangan istana. 

Rabu, 31 Mei 2017

Menikmati Istana Bogor dari Dua Sisi

.: Istana Bogor dari Gerbang Utama :.

Istana putih itu masih tegak berdiri seperti sedia kala. Sepi. Pagarnya angkuh memenjarakan dengan aman ratusan rusa tutul yang berkeliaran di halamannya. Pohon-pohon yang menaunginya terlihat semakin tua, semakin rindang, dan kelihatan 'wingit'. Rumputnya terjaga rapi. Dan ajaibnya, selalu bersih dari daun yang berguguran. Saya kembali menyapa istana sunyi ini. Kali ini tanpa seragam. Hanya dengan baju kasual. Tapi, sesuai dengan protokoler istana, tetap rapi dan bersepatu.

Langit tampak sedikit muram. Awan kelabu menggantung syahdu. Hujan seperti tak pernah ingin berpisah dengan kota ini. Ada semacam perasaan tenang saat memasuki gerbang istana kepresidenan termegah dan terluas di Indonesia ini. Meski sudah hafal dengan ruangan-ruangannya (tulisan tentang sejarah Istana Bogor bisa dibaca di sini), sebagai orang yang tidak setiap hari berada di istana, rasanya tetap saja ada sudut-sudut yang menarik untuk diamati dan 'dinikmati'.

Kamis, 25 Mei 2017

Rimba Raya di Jantung Kota

.: Kebun Raya Bogor dalam Usia 200 Tahun :.

Di antara pekak knalpot angkot yang membelah jalanan yang mengepungnya, Kebun Raya Bogor laksana situs suci yang bergeming. Lokasinya merupakan episentrum penjuru kota. Dihuni pohon-pohon sepuh yang melewati beragam zaman, keberadaannya senantiasa menghadirkan keteduhan bagi manusia-manusia yang hidupnya penat di lingkungan belantara beton sembari dicekik asap polusi.

Saya datang saat liburan akhir pekan baru saja dimulai. Jalanan masih sepi. Suasananya begitu hening, bertolak belakang dengan jalanan yang baru saja saya lalui. Namun begitu, baliho dan spanduk yang bertebaran di segala penjuru sungguh mengganggu. Representasinya sangat semarak. Khas Indonesia. Memang, Kebun Raya Bogor sedang merayakan 200 tahun hari jadinya.

Jumat, 17 Maret 2017

Visit Tidore Island - Saga Pala di Lembah Kie Matubu

.: Selamat datang di Tidore. Foto dipinjam dari sini :.

Mengapung di Laut Maluku yang kerap dihempas ombak ganas, Tidore tak ubahnya serupa noktah yang berkonstelasi dalam gugusan pulau di Provinsi Maluku Utara. Keberadaannya yang kerap luput dari peta Indonesia pernah menyita perhatian dunia. Sebagai seseorang yang lahir di daerah pegunungan dan hidup di wilayah barat nusantara, hanya ada satu kata yang sanggup mendefinisikan wilayah Indonesia bagian timur ini: jauh. Segala informasi yang terkait dengannya bagaikan dogma dari televisi dan produk informasi sejenis. Bahkan, keharuman aroma rempah-rempahnya hanya tercium dari lembaran teks buku sejarah di bangku sekolah.

Tersohor sebagai negeri penghasil rempah, bersama dengan kerajaan atau kesultanan lain di sekitarnya seperti Ternate, Bacan, Jailolo, Obi, dan Loloda, Tidore seakan sanggup menghipnotis para penjelajah ulung dari berbagai belahan dunia untuk berlabuh dan menjadi bagian dari ekspedisinya. Saudagar dari Arab merupakan salah satu rombongan pionir selain dari Jawa, Malaka, Makassar, dan China, yang melakukan ekspedisi ke perairan Maluku ini. Mereka memenuhi lambung kapalnya dengan cengkeh, pala, kenari, dan banyak komoditas rempah lainnya lalu menjualnya kembali di pasar Eropa dengan keuntungan yang berlipat ganda. Di sana, rempah bukan hanya berguna sebagai bumbu masakan, melainkan juga berfungsi sebagai bahan pembuat obat dan minyak wangi.

Sabtu, 21 Januari 2017

Naik Gunung di Era Kekinian

.: Sensasi di Ketinggian Bumi :.

Awal tahun seringkali dilabeli sebagai masa 'reses' bagi para pendaki. Cuaca sering berubah. Alam kerap kurang bersahabat. Hujan turun kelewat kerap. Hal ini diantisipasi dengan dikeluarkannya surat penutupan jalur pendakian di beberapa gunung. Tujuannya hanya satu: memberikan kepastian akan keselamatan para pendaki demi menghindari jatuhnya korban akibat pendakian tak berizin.

Di sisi lain, penutupan jalur pendakian dilakukan sebagai suatu upaya sadar untuk memberikan kesempatan kepada alam untuk 'memulihkan' diri, mengembalikan 'prana' tubuh bumi setelah sepanjang tahun dijamah manusia. Sebagai seorang pendaki yang taat pada aturan, saya memilih mengalihkan destinasi perjalanan yang jauh dari gunung dan mencoba tetap konsisten tidak tergiur tawaran mendaki di gunung-gunung yang secara resmi ditutup sementara demi kelangsungan kelestarian alam.

Sabtu, 14 Januari 2017

Mantra Mayura

.: Suatu Siang Taman Mayura :.

Teronggok di pusat kota Mataram, Pulau Lombok, eksistensi taman tirta Mayura mengingatkan saya pada kompleks petirtaan serupa yang bercokol di tlatah Mataram Yogyakarta. Meski peruntukannya berbeda, keduanya sama-sama bernafaskan Hindu kuno, yang secara telaten, merekam kejayaan masa silam. Fasad bangunannya begitu bersahaja dan sarat dengan simbol-simbol nilai kebaikan yang diamini secara universal.

Saya sengaja menyempatkan diri menyambangi kompleks petirtaan ini di suatu siang yang terik setelah beberapa kali terlewatkan pada kunjungan ke Lombok sebelumnya.

"Silakan dipakai kainnya dahulu sebelum kita mulai tur keliling taman.", ujar Pak Malik, pemandu saya siang itu.

Sabtu, 07 Januari 2017

17 Hal yang Sering Ditanyakan kepada adieDOES tentang Berlari

.: Berlari di Jalanan Jakarta Saat Car Free Day :.

Saya suka jalan-jalan. Saya lari secara rutin. Saya menyenangi fotografi. Di sela-sela waktu luang, saya masih menyempatkan diri untuk membaca (banyak) buku. Saya suka nonton film. Saya makan teratur mengikuti kaidah empat sehat lima sempurna. Saya senang icip-icip kopi. Hampir setiap waktu, saya juga aktif menyebarkan hal (yang menurut saya) positif di akun media sosial.

Di era media sosial seperti saat ini, di mana akses internet dapat dijangkau hampir semua orang, batasan jarak dan sekat seolah mengabur. Orang mudah terhubung satu sama lain di sudut bumi manapun. Efeknya, yang saya rasakan, orang jadi punya kecenderungan untuk mengetahui latar belakang orang lain (kepo).